Gudang Plastik & Bengkel Kursi Ludes Terbakar di Margaasih, Api Cepat Merembet Saat Subuh

โฐ 10:39 WIB โœ๏ธ Reporter: Oke Dwi Agustina

Update Terkini: Kebakaran Hebat Terjadi Pukul 04.30 WIB, Api Meluas ke 5 Bangunan

Kebakaran hebat melanda kawasan industri rumahan di Jalan Peuris, Desa Margaasih, Kabupaten Bandung, Sabtu (11/04/2026) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB ini langsung menghanguskan gudang plastik hingga bengkel produksi kursi.

Petugas dari Polsek Margaasih dan tim gabungan bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan.


Ringkasan Cepat

  • Kebakaran terjadi pukul 04.30 WIB di Jl. Peuris Margaasih
  • 4 gudang plastik dan 1 bengkel kursi terdampak
  • Tidak ada korban jiwa, kerugian masih dihitung

Hasil Pantauan Lapangan

Api muncul saat sebagian pekerja masih berada di lokasi. Selain itu, kondisi gudang yang menyimpan bahan mudah terbakar membuat api cepat membesar.

Tak lama kemudian, kobaran api merembet ke bangunan lain di sekitarnya.


Sesuai Fakta di Lapangan

kondisi gudang plastik yang terbakar hebat di margaasih bandung
Kondisi gudang plastik yang mengalami kerusakan akibat kebakaran di Margaasih.
  • Gudang sampah plastik milik H. Obar terbakar
  • Api merusak 4 unit bangunan gudang
  • Bengkel CV. Indra Jaya Pratama ikut terdampak
  • Bahan baku dan kursi besi ikut hangus

Selain itu, petugas memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini.


Kronologis Kejadian

Peristiwa bermula saat saksi bernama Akung tertidur di dalam gudang. Namun, ia tiba-tiba terbangun karena merasa panas.

Setelah itu, ia melihat api sudah menyala di bagian belakang gudang.

Kemudian, ia langsung berteriak meminta pertolongan.

Selanjutnya, saksi lain yang sedang melaksanakan salat subuh mendengar teriakan tersebut dan segera membantu evakuasi.

Namun demikian, api dengan cepat membesar karena banyaknya material plastik di lokasi.

Akibatnya, api merembet ke gudang lain hingga ke bengkel produksi kursi yang berada di samping.


Respons Cepat Petugas

Petugas dari berbagai instansi langsung turun ke lokasi, antara lain:

  • Polsek Margaasih
  • Polres Cimahi
  • Tim Damkar dari beberapa wilayah
  • Tim rescue Kabupaten Bandung
  • Petugas PLN dan tenaga medis

Selain itu, total beberapa unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan api.


Ada yang Janggal…

Kebakaran terjadi saat waktu subuh, ketika aktivitas relatif sepi.

Namun, api langsung membesar dalam waktu singkat.

Pertanyaannya, apakah ada faktor kelalaian atau kondisi instalasi yang tidak aman?

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.


Analisis Redaksi

Kasus kebakaran gudang plastik bukan pertama kali terjadi. Material yang mudah terbakar sering menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran api.

Namun demikian, lokasi usaha yang berdekatan tanpa sistem pengamanan maksimal juga memperbesar risiko.

Artinya, pengawasan dan standar keamanan perlu ditingkatkan, terutama untuk usaha berbahan mudah terbakar.


Kutipan Lapangan

petugas damkar memadamkan kebakaran gudang plastik di margaasih bandung
Petugas damkar berjibaku memadamkan api yang melalap gudang plastik di Margaasih.

โ€œKami langsung lakukan evakuasi dan koordinasi dengan damkar untuk memadamkan api,โ€ ujar Kompol Bony Yuniar.


Institusi Terkait

  • Polsek Margaasih
  • Polres Cimahi
  • Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung
  • PLN
  • Puskesmas Margaasih

Tindakan Kepolisian

  • Olah TKP
  • Pemeriksaan saksi
  • Pengumpulan barang bukti
  • Dokumentasi kejadian
  • Penyusunan laporan resmi

Solusi & Catatan Kritis

  • Perlu audit keamanan gudang bahan mudah terbakar
  • Sistem pemadam awal wajib tersedia di lokasi usaha
  • Jarak antar bangunan harus diperhatikan

Jangan sampai kejadian serupa terulang.


Kesimpulan

awal mula kebakaran gudang plastik yang diketahui pekerja di margaasih
Kebakaran pertama kali diketahui oleh pekerja saat api mulai muncul di dalam gudang.

Kebakaran di Margaasih menjadi pengingat keras bahwa risiko bisa datang kapan saja. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi dipastikan besar.

Kini, penyebab kebakaran masih didalami. Namun satu hal jelas: kewaspadaan tidak boleh ditunda.

Oke Dwi Agustina